Penyuluh Agama Islam KUA Prambon Gelar BRUS di MTs–MA Sabilunnajah, Bekali Remaja dengan Karakter Positif dan Edukasi Pencegahan HIV

Click to share!

Prambon, 13 Agustus 2026 – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Prambon melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs–MA Sabilunnajah, Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk layanan bimbingan dan penyuluhan kepada generasi muda, khususnya remaja usia sekolah. BRUS bertujuan memberikan pemahaman, penguatan karakter, serta bekal kepada para pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja dan menentukan pilihan yang tepat bagi masa depan.

Kegiatan BRUS dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Prambon, yaitu Santoso, S.Ag., Maiwanto, S.Ag., Slamet Edi Purnomo, S.S., dan Istipada, S.H. Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja dan pencegahan penularan HIV dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan dialogis.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja.

Membekali Remaja dengan Karakter Positif

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian. Pada tahap ini, remaja mulai mengenal lingkungan sosial yang lebih luas dan menghadapi beragam pengaruh, baik dari teman sebaya, lingkungan sekitar, maupun perkembangan teknologi dan media sosial.

Karena itu, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam pembinaan remaja. Para peserta diajak memahami berbagai bentuk perilaku yang dapat mengarah pada kenakalan remaja beserta dampaknya terhadap diri sendiri, keluarga, pendidikan, dan masa depan.

Penyuluh juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih pergaulan yang positif, memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang berisiko, serta membangun kebiasaan dan lingkungan yang mendukung perkembangan diri.

Nilai-nilai agama turut ditekankan sebagai salah satu landasan dalam membentuk sikap dan perilaku. Dengan pemahaman agama yang baik, para pelajar diharapkan mampu menjadikan nilai moral dan akhlak sebagai pedoman dalam berinteraksi maupun mengambil keputusan.

Edukasi Pencegahan HIV

Selain materi mengenai kenakalan remaja, kegiatan BRUS juga diisi dengan edukasi mengenai HIV dan pentingnya pencegahan penularannya.

Peserta diberikan pemahaman yang tepat dan proporsional mengenai HIV, cara penularan, serta perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan diri dan menghindari perilaku yang berisiko.

Penyampaian informasi yang benar juga menjadi hal penting agar para remaja tidak mudah mempercayai mitos atau informasi keliru mengenai HIV. Dengan pengetahuan yang tepat, diharapkan tumbuh sikap peduli, bertanggung jawab, sekaligus tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Mendorong Remaja Menjadi Generasi Berkarakter

Melalui kegiatan BRUS di MTs–MA Sabilunnajah, Penyuluh Agama Islam KUA Prambon berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, sehat, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam memperluas jangkauan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan aktual yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Remaja memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pendampingan, edukasi, serta lingkungan yang positif agar dapat berkembang secara optimal.

“Remaja berkarakter, masa depan gemilang. Hindari pergaulan negatif, jaga diri, dan jadilah generasi yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.”

KUA Prambon melalui Penyuluh Agama Islam berkomitmen untuk terus hadir melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang edukatif, preventif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang berakhlak, sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *