Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di MIN 1 Sidoarjo tahun ini terasa begitu istimewa dan penuh makna. Bukan sekadar seremonial, seluruh warga madrasah tumpah ruah dalam aksi nyata yang dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini bagi para siswa. Lingkungan madrasah yang biasanya tenang, mendadak berubah menjadi pusat kegiatan yang dinamis, menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam menjaga kelestarian bumi.
Langkah konkret dimulai dari perubahan kebiasaan sederhana namun berdampak besar. Sejak pagi hari, siswa dan guru diimbau untuk membawa tumbler serta kotak makan sendiri dari rumah. Gerakan ini merupakan upaya strategis untuk menekan volume sampah plastik sekali pakai yang selama ini menjadi musuh utama bagi kebersihan lingkungan. Dengan membawa perlengkapan makan sendiri, siswa MIN 1 Sidoarjo telah membuktikan bahwa kontribusi besar untuk bumi bisa dimulai dari meja makan pribadi.

Semangat ramah lingkungan ini kemudian berlanjut ke aksi bersih-bersih masal yang melibatkan seluruh warga madrasah. Sudut demi sudut area madrasah dibersihkan dengan teliti, memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Tidak hanya di area terbuka, fokus pembersihan juga menyentuh kolam lele milik madrasah. Aktivitas ini memberikan edukasi langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga ekosistem perairan dan bagaimana lingkungan yang bersih sangat berpengaruh pada kesehatan makhluk hidup di dalamnya.
Di sela-sela aksi kebersihan, suasana berubah menjadi lebih asri dengan agenda penanaman pohon. Bibit pohon mangga kini berdiri tegak di area depan madrasah, menambah kesejukan dan keindahan pemandangan. Penanaman ini tidak berdiri sendiri, karena juga dibarengi dengan penataan dan penambahan tanaman hias dari koleksi tanaman yang sudah ada. Upaya penghijauan ini diharapkan mampu menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk bagi seluruh warga madrasah dalam jangka panjang.


Kreativitas kader adiwiyata dalam mengolah limbah juga menjadi sorotan utama. Sampah anorganik yang terkumpul diolah sedemikian rupa menjadi benda yang bernilai guna. Salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah pembuatan tempat sampah kreatif yang memanfaatkan limbah botol galon plastik bekas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk melihat bahwa apa yang dianggap sebagai sampah, sebenarnya bisa memiliki fungsi baru jika dikelola dengan ide yang tepat.

Namun, yang membuat perayaan tahun ini benar-benar berbeda adalah aksi turun ke jalan. Para kader Adiwiyata MIN 1 Sidoarjo dengan penuh percaya diri melakukan kampanye simpatik di jalan raya depan madrasah. Mengusung tema ajakan hemat sampah plastik, mereka menyapa pengguna jalan dan masyarakat sekitar untuk mulai membiasakan diri membawa tumbler dan kotak bekal. Aksi ini menjadi penutup yang manis sekaligus membuktikan bahwa semangat peduli lingkungan dari MIN 1 Sidoarjo tidak hanya berhenti di balik gerbang sekolah, tetapi siap menyebarkan inspirasi untuk masyarakat luas demi masa depan bumi yang lebih hijau. (lw)