SIDOARJO – Jum’at, 17 Juli 2026 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik di bidang akademik maupun keagamaan. Salah satu langkah nyata yang baru saja dilaksanakan adalah gelaran Tes Pemetaan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi para siswa baru.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan mengaji mereka, sekaligus sebagai instrumen penjaringan peserta didik yang akan masuk ke dalam Kelas Unggulan Program Tahfidz.
Gandeng BMQ At-Tartil Jawa Timur untuk Standarisasi Penilaian

Guna memastikan proses pengujian dan pemetaan berjalan secara objektif serta profesional, MTsN 4 Sidoarjo resmi menjalin kerja sama (Memorandum of Understanding) dengan Belajar Membaca Al-Qur’an (BMQ) At-Tartil Jawa Timur.
Guru BTQ dilibatkan juga untuk menguji satu per satu kelancaran membaca (tartil), pemahaman tajwid, hingga kemampuan menulis huruf hijaiyah para siswa. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan standarisasi yang kuat dalam program keagamaan di madrasah.
Perluasan Program: Buka 4 Kelas Unggulan
Langkah inovatif ini sejalan dengan kebijakan baru MTsN 4 Sidoarjo pada tahun ajaran ini. Selain mempertahankan kelas reguler, madrasah kini resmi membuka 4 Kelas Unggulan untuk memfasilitasi beragam bakat dan potensi siswa, yang meliputi:
- Kelas Tahfidz: Difokuskan pada akselerasi dan pendalaman hafalan Al-Qur’an.
- Kelas Excellent: Unggul dalam pendalaman sains, matematika, dan akademik umum.
- Kelas Bahasa: Berfokus pada penguasaan bahasa asing seperti Arab dan Inggris.
- Kelas Olahraga: Wadah khusus bagi siswa yang memiliki potensi dan prestasi di bidang non-akademik/atletik.
Harapan dan Target Madrasah
Kepala MTsN 4 Sidoarjo menyampaikan bahwa pengelompokan (ikhtiar pemetaan) ini merupakan strategi krusial agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif.
“Harapan besar kami, dengan adanya pengelompokan siswa yang sesuai dengan kemampuan dasarnya ini, proses pembelajaran BTQ maupun Tahfidz ke depan bisa menjadi jauh lebih terarah, intervensi guru lebih maksimal, dan yang paling penting, target hafalan serta kefasihan membaca siswa dapat tercapai secara 100%,” ujarnya.
Dengan dimulainya program pemetaan ini, MTsN 4 Sidoarjo optimis dapat mencetak generasi muda Sidoarjo yang tidak hanya cerdas secara intelektual melalui kelas-kelas unggulannya, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berkarakter Qur’ani. (farah_ame)