Polresta Sidoarjo Edukasi Murid MAN akan Bullying dan Radikalisme

Polresta Sidoarjo berfoto bersama dengan murid MAN Sidoarjo setelah memberi edukasi terkait Bullying dan Radikalisme
Click to share!

Sidoarjo – Senin (19/10/2026), Polresta Sidoarjo menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan kekerasan ekstrem pada anak di MAN Sidoarjo. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diawali dengan sambutan dari Ahmad Rofiqil Huda, S.Ag., M.Pd. Materi kemudian disampaikan oleh Ipda Hengki Nugroho Setiawan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Sidoarjo, yang mengajak murid berdiskusi tentang arti dan macam-macam perundungan (bullying), yakni perundungan fisik, verbal, psikologis, dan siber.

Hengki menjelaskan bahwa perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja dan terus-menerus. “Bullying itu bukan sekadar bercanda. Kalau dilakukan dengan sengaja dan terus-menerus, itu sudah termasuk perundungan,” ujarnya. Ia juga menyinggung Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan untuk perundungan fisik yang meninggalkan bekas luka atau lebam, serta meminta murid menjelaskan dampak perundungan bagi korban, mulai dari psikologis, fisik, akademik, sosial, hingga jangka panjang.

Ipda Hengki Nugroho memberikan edukasi tentang bullying kepada murid MAN Sidoarjo

Untuk mencegah perundungan, Hengki mengajak murid membangun empati, berkomunikasi dengan baik, bersikap toleran, dan menggunakan media sosial secara bijak. “Jangan diam kalau melihat teman dirundung. Berani bicara dan laporkan, karena diam justru membuat perundungan terus terjadi,” tegasnya. Materi dilengkapi pemutaran video tentang perundungan, lalu perwakilan murid diminta menjelaskan kembali isinya. Hengki juga mengingatkan agar murid mewaspadai gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di era modern yang banyak memanfaatkan ponsel.

Penanaman pohon dari Polresta Sidoarjo di MAN Sidoarjo sebagai bagian program 100 hari Kapolri

Setelah kegiatan sosialisasi, Ipda Hengki dan Bripda Firman memberikan hadiah berupa 2 bibit tanaman kepada MAN Sidoarjo sebagai bentuk peduli lingkungan. Hal ini, ungkapnya, termasuk bagian program 100 hari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. “Bapak Kapolri mempunyai program bernama Green Policing, yang maksudnya adalah memberikan bibit-bibit tanaman kepada sekolah atau madrasah untuk penghijauan lingkungan.” Ucap Ipda Hengki.

Melalui kegiatan ini, Polresta Sidoarjo berharap murid MAN Sidoarjo lebih waspada terhadap perundungan dan pengaruh paham radikalisme di era yang lekat dengan penggunaan gawai. Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda mampu menjadi agen perubahan di lingkungan madrasah, saling menjaga empati, dan berani menolak segala bentuk kekerasan demi suasana belajar yang aman, damai, dan kondusif.

Cahya Victoria Wati (JURNALISTIK EL-MANZIL)
Fotografer: Carissa & Renata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *