Sidoarjo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Kebimasan yang dilaksanakan di Aula Al Ikhlas 1 Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Senin (7/9/2026). Forum ini diselenggarakan untuk memastikan seluruh program prioritas layanan keagamaan dapat berjalan optimal, selaras, dan terlaksana dengan baik hingga ke tingkat akar rumput melalui peran aktif Kantor Urusan Agama (KUA) serta para penyuluh agama di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, dan dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Penyelenggara Zakat Wakaf, Penyelenggara Kristen/Katolik, seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Sidoarjo, para penyuluh agama, serta para operator aplikasi SIMPENAIS dan admin Inputter Early Warning System (EWS) KUA.

Dalam arahannya, Mufi Imron Rosyadi menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam merespons dinamika sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat. Ia menginstruksikan agar sistem deteksi dini melalui optimalisasi EWS benar-benar difungsikan secara konsisten oleh aparatur Kemenag di setiap kecamatan. Langkah preventif ini dinilai krusial untuk memetakan potensi gesekan keagamaan sejak awal, sehingga langkah mitigasi yang cepat, terukur, dan tepat sasaran dapat segera diambil.
Di samping deteksi dini, penguatan ketahanan keluarga turut menjadi agenda pokok yang harus diperkuat oleh KUA. Kepala Kantor menekankan agar pelaksanaan bimbingan perkawinan (pra-nikah) bagi calon pengantin dan program bimbingan keluarga sakinah terus ditingkatkan kualitas materi maupun pendampingannya. Ikhtiar ini diarahkan untuk membentuk pondasi keluarga yang kokoh, harmonis, sekaligus menekan tingginya angka perselisihan dan perceraian di masyarakat.
Perhatian serius juga ditujukan pada pengawasan jaminan produk halal di lapangan, pendampingan serta pembinaan tata kelola kelembagaan agama maupun sosial keagamaan agar memiliki legalitas dan akuntabilitas yang jelas, serta pembaruan data tempat ibadah yang valid secara berkelanjutan. Di tengah derasnya arus informasi digital, para penyuluh agama diharapkan tidak hanya aktif membina umat secara luring, melainkan juga produktif menyajikan konten keagamaan yang sejuk, edukatif, dan mencerahkan di ruang digital. Penyebaran narasi damai tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan moderasi beragama guna merawat kerukunan dan kohesi sosial di tengah keragaman masyarakat Sidoarjo.
