Satu Bibit, Sejuta Harapan: MIN 1 Sidoarjo Galakkan Aksi Tanam Pohon dalam Gerakan Penanaman Sejuta Pohon

Click to share!

MIN 1 Sidoarjo – Alam tidak sedang baik-baik saja, dia telah mengirimkan sinyal bahaya. Di tengah kepungan banjir bandang dan cuaca ekstrem yang menghantam berbagai wilayah Indonesia akibat perubahan iklim yang kian beringas, sebuah gerakan heroik muncul dari jantung Kabupaten Sidoarjo.

​Menjawab tantangan “Gerakan Penanaman Sejuta Pohon” yang diperingati setiap 10 Januari, MIN 1 Sidoarjo tidak tinggal diam melihat bumi merana. Pada Kamis, 15 Januari 2026, madrasah ini resmi “menghijaukan” dunia melalui aksi nyata yang luar biasa. ​Pagi itu, suasana MIN 1 Sidoarjo pecah oleh semangat membara. Tidak ada satu pun yang berpangku tangan. Mulai dari siswa kelas 1 yang mungil hingga siswa kelas 6, seluruh civitas madrasah, hingga petugas keamanan, semuanya bersatu padu dalam satu komando, Selamatkan Bumi.

​Seluruh siswa membawa tanaman pilihan mereka dengan penuh antusias. Di bawah bimbingan wali kelas masing-masing, halaman depan kelas yang semula biasa saja, kini disulap menjadi zona hijau yang asri. Ini bukan sekadar tugas sekolah, ini adalah perang melawan polusi dan pemanasan global.

Pemandangan ikonik terlihat di area depan madrasah. Kepala Madrasah, Sri Utami, M.Pd., turun langsung ke lapangan. Dengan tangan dinginnya, dibantu oleh para guru dan petugas keamanan, mereka menanam bibit Pohon Jati dan Trembesi. Mengapa Jati dan Trembesi? Keduanya dikenal sebagai “paru-paru dunia” yang tangguh dalam menyerap karbon dioksida dan menyimpan cadangan air tanah. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan lingkungan madrasah tetap sejuk dan bebas banjir di masa depan.

Keberhasilan aksi bombastis ini tentu tidak lepas dari dukungan balik layar yang luar biasa. Utami menyampaikan rasa haru dan bangganya. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh wali murid. Tanpa kerja sama dan antusiasme panjenangan semua, gerakan penyelamatan lingkungan ini tidak akan sedahsyat ini. Kita sedang menanam masa depan untuk anak-anak kita,” tegas beliau dengan penuh semangat.

​​Apa yang dilakukan MIN 1 Sidoarjo adalah tamparan bagi kita semua untuk kembali peduli pada alam. Jika anak-anak sekolah dasar saja sudah bergerak, apa alasan kita untuk diam? Satu pohon hari ini adalah seribu nafas untuk hari esok. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk terus melestarikan lingkungan demi Indonesia yang lebih hijau dan bebas bencana. (zd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *