Serunya Diklat Fotografi & Videografi MTsN 2 Sidoarjo: Belajar “Dari Lensa ke Kata, dari Gambar ke Cerita”

Click to share!

MTs Negeri 2 Sidoarjo – MTsN 2 Sidoarjo telah melaksanakan Diklat Fotografi dan Videografi pada Kamis, 25 September 2025. Acara yang diikuti sekitar 40 peserta dari kelas 7, 8, dan 9 ini berlangsung meriah. Peserta diklat ini berlatar belakang siswa yang ingin mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Kelas 7 sejumlahi 18 peserta, kelas 8 sebanyak 14 peserta, dan kelas 9 diikuti 7 peserta. Sejak pagi, para peserta telah melakukan registrasi dengan penuh antusias, diiringi lagu Indonesia Raya dan pembukaan diklat oleh Waka Kesiswaan.

Diklat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Bapak Rohmad Hariyadi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sikap bijak di era digital, terutama dalam menghadapi hoaks. Beliau berharap para peserta kelak mampu menjadi jurnalis handal yang menghasilkan berita dan video positif, sehingga citra masyarakat tetap terjaga. Acara pun dibuka dengan pembacaan basmalah dan tepuk tangan semangat para peserta.

Tema diklat tahun ini adalah “Dari Lensa ke Kata, dari Gambar ke Cerita”. Menurut Ufik dan Hikmal selaku pembina muda Jurnalis MTsN 2 Sidoarjo, tema ini mengandung makna mendalam: sebuah gambar dapat menciptakan atmosfer cerita yang lebih kuat dibanding kata-kata yang berdiri sendiri.

Materi pertama disampaikan oleh M. Aruf Maulana, seorang fotografer lepas yang kerap menangani pemotretan wisuda, prewedding, dan momen istimewa lainnya. Melalui akun Instagram @saya.grad dan @bertamasaya, ia membagikan pengalaman serta materi menarik seputar fotografi: mulai dari komposisi foto, segitiga eksposur, pengenalan alat kamera digital dan analog, hingga praktik langsung bersama peserta.

Materi kedua yaitu videografi, dibawakan oleh Rado Nafi’an Sajid, mahasiswa jurusan Teknologi Game di Surabaya. Rado membagikan tips membuat video yang baik, antara lain menyusun framing sesuai tema, tidak melewatkan momen penting sekecil apa pun, mengambil gambar dari berbagai sudut, hingga mengecek hasil rekaman agar terhindar dari gangguan suara atau gambar. Peserta pun diajak praktik langsung mengambil foto dan video, lalu dievaluasi untuk melihat kreativitas masing-masing.

Marfuatin Nafiah, M.Pd, pembina, pendiri senior ekstra jurnalistik sejak 2016, turut menyampaikan pesan inspiratif. Ia mengingatkan pentingnya kemampuan menulis buku dan memberi contoh alumni jurnalistik yang sukses menerbitkan buku, seperti Kak Ufik dengan karyanya “An Adventure of Demigods”.Salah satu peserta baru, Faqiha Aldina Laksono (7C), bersama saudara kembarnya Faqha Fiddini Laksono (7J), mengungkapkan kesan mereka. “Diklat ini seru sekali dan menambah wawasan baru terkait teknik foto dan ambil video ternyata semua ada cara dan tekniknya amin amin. Selain itu kami senang karena ada makan siang favorit kami, yaitu ayam geprek, serta coffee break yang menyenangkan seperti es teh dan roti kesukaan di koperasi. Semoga angkatan kami menjadi anggota jurnalistik yang solid, bisa diajak kerja sama dan komunikatif. Kakak-kakak pemateri juga baik dan seru, bahkan ada hadiah menarik bagi peserta yang aktif bertanya,” tutur mereka bersemangat.

Dengan adanya diklat ini, peserta tidak hanya belajar teknik fotografi dan videografi, tetapi juga mengasah kemampuan bercerita melalui gambar. Semangat peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda siap tumbuh di MTsN 2 Sidoarjo.Melalui diklat ini, para peserta tidak hanya belajar teknik fotografi dan videografi, tetapi juga diajak memahami bagaimana setiap gambar dapat berbicara. Semangat anak-anak muda yang mengikuti kegiatan ini menjadi bukti bahwa kreativitas generasi Z siap berkembang di MTsN 2 Sidoarjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *