Siapkan Generasi Emas Melalui KBC, MTsN 3 Sidoarjo Gandeng Pakar UINSA dalam Bimtek Intensif

Click to share!

MTsN 3 Sidoarjo Hadir Sebagai Inspirasi

SIDOARJO – Dalam upaya mencetak generasi penerus yang berkarakter unggul, MTs Negeri 3 Sidoarjo menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026. Bimbingan teknis yang diikuti dengan penuh semangat dan antusiasme oleh jajaran tenaga pendidik ini dilaksanakan secara komprehensif selama tiga hari, memadukan agenda di lingkungan sekolah dan pemusatan pelatihan di luar kota.

Kegiatan peningkatan kompetensi guru ini dirancang menggunakan sistem in dan on guna memastikan materi dapat terserap dan dipraktikkan dengan maksimal. Pelatihan diawali pada tanggal 17 Juli 2026 yang dipusatkan di MTsN 3 Sidoarjo, kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi pada tanggal 24 hingga 25 Juli 2026 yang bertempat di Hotel Royal Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Guna menjamin kualitas pelatihan, MTsN 3 Sidoarjo secara khusus menggandeng akademisi profesional dari UINSA Surabaya. Pemateri yang dihadirkan langsung untuk membimbing para guru adalah Prof. Dr. Hanun Asrohah, M.Pd. dan Dr. Hernik Farisia, M.Pd.I. Kedua pakar pendidikan tersebut mengupas tuntas materi secara bertahap, mulai dari bedah paradigma fundamental KBC hingga tahapan teknis penyusunan modul ajar berbasis KBC.

Kepala MTsN 3 Sidoarjo, Drs. Jumakir, M.M., menegaskan bahwa penguasaan terhadap kurikulum baru ini merupakan sebuah keharusan bagi tenaga pendidik di lingkungan madrasahnya demi menyongsong masa depan pendidikan yang lebih humanis dan terarah.

“Mengingat betapa pentingnya implementasi kurikulum ini, maka wajib bagi seluruh guru untuk benar-benar paham dan mengerti apa esensi pokok dari Kurikulum Berbasis Cinta ini. Harapan saya, setelah dilaksanakannya bimtek ini, para guru di MTsN 3 Sidoarjo mampu menerapkan kurikulum ini secara nyata dalam kegiatan pembelajaran. Semoga langkah ikhtiar ini bisa mengantarkan anak didik kita menjadi generasi emas Indonesia,” tegas Jumakir saat memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Melalui pelatihan intensif dua lokasi ini, diharapkan para guru MTsN 3 Sidoarjo tidak hanya pulang membawa kelengkapan administrasi ajar yang baru, tetapi juga membawa perubahan paradigma yang siap ditransformasikan langsung ke ruang-ruang kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *