Kab. Sidoarjo (MTsN 2 Sidoarjo) Wajah ceria menghiasi raut muka Keyla Anggun Setya Wardhani salah satu siswa MTsN 2 Sidoarjo dan guru bahasa Jawa MTSN 2 sidoarjo, Wilda Ziyan. Siang itu mereka menerima pengumuman lomba bahasa Jawa yang diikuti oleh 6 siswa MTsN 2 Sidoarjo. Lomba geguritan dan cerkak adalah jenis lomba yang diikuti oloh siswa Madrash Tsanawiyah 2 Sidoarjo itu, dan Keyla Anggun adalah pemenang geguritan.

Keyla Anggun selaku Juara Harapan 2 selanjutnya menerima penghargaan dalam acara Anugrah Sastra Triwida 2024 dalam kegiatan Temu Sastrawan Jawa Nuswantara 2024 (TETRAWARA 2024) yang jatuh pada hari Sabtu-Minggu, 28-29 September 2024, bertempat di Pendapa Ageng Hand Asta Sih Rest Area Jl. Raya Togogan, Srengat, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Acara tersebut dibuka oleh sambutan Bupati Blitar, sambutan Kepala Pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, sambutan Kepala Balai Bahasa Prov. Jatim. Acara dilanjutkan peluncuran buku 30 Cerkak Modheren Basa Jawa Pilihan dan 20 Cerkak Pilihan, 20 Gurit Plus, 20 Wabo Pilihan. Selanjutnya Nulis Crita Cekak (Ora) Gampang dan Nulis Crita Rakyat (Ora) Gampang Kudapan, serta Nulis Crita Sambung (Ora) Gampang adalah sesi berikutnya. Pada hari kedua acarapun berlangsung sangat padat, dibuka pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00.


Ketua panitia Narko Sudrun Budiman, menyebutkan acara tersebut merupakan acara Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Sastra Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi bekerjasama Kementerian Pendidikan yang bekerja sama dengan Sanggar Triwidia, yang bertujuan untuk pengembangan bahasa Jawa dan menjalin silaturahmi antar sastrawan jawa. Acara tersebut adalah acrara yang diagendakan 5 tahun sekali. Berangkat dari tema “Ngrangkul Sedulur, Ngudhar Wawasan, Sastra Jawa Kuncara Rukmi”, acara tersebut dihadiri oleh akademisi, pegiat, dan pemerhati sastra dan budaya Jawa lokal dan Internasional seperti Prof. George Quin, Ph. D, pakar sastra dan budaya Jawa dari Canbera Austalia, Prof. Dr. Suwardi Endrawara, M. Hum, dari APBSKIT Indonesia Pusat, Dr. Daniel Tito, satrawan dari Jawa Tengah, Ardini Pangastuti, sastrawan dari Jawa Tengah, Sri Wintala Ahmad, sastrawan dari Jogja, Widodo Basuki, sastrawan dari Surabaya, Margareth Widya, sastrawan dari Jogja, serta Kukuh Setyo W, sastrawan dari Surabaya.
Keyla merasakan acara yang sangat luar biasa, dia mengatakan bahwa dengan acara itu dia bisa belajar bagaimana membuat karya sastra Jawa, baik dari para narasumber maupun dari praktik dengan peserta lainnya. Kayla juga menceritakan bahwa yang hadir disitu adalah sastrawan-sastrawan yang sangat aktif pada penulisan di majalah bahasa Jawa, seperti Jaya Baya. MN