
Sidoarjo– Dalam upaya meningkatkan kompetensi manajerial dan literasi digital, Kepala Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Tulangan menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB). Acara yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Januari 2026 ini, bertempat di Villa Pacet dan diikuti oleh 45 Kepala RA serta Pengawas RA, Ahmad Saiful Anam. Fokus pada Digitalisasi Sekolah
Para peserta dibekali materi mengenai pemanfaatan media sosial dan pengelolaan website sekolah. Hal ini bertujuan agar setiap RA di Kecamatan Tulangan mampu mengomunikasikan program pendidikan secara transparan dan menarik kepada wali murid serta masyarakat luas di era digital.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Dr Mufi Imron Rosyadi, M.E.I hadir secara langsung untuk membuka acara. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Namun, beliau mempertegas bahwa secanggih apa pun teknologi, posisi guru tetaplah sentral.
”Di masa golden age (usia emas), keberadaan guru sebagai sosok manusia tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apa pun. Teknologi tidak bisa menghasilkan karakter yang berlandaskan kejujuran,” tegas Kepala Kemenag.
Beliau juga menambahkan bahwa indikator keberhasilan seorang guru RA adalah ketika anak didik mereka telah dewasa, namun tetap mengingat dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan gurunya.
Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini
Selain masalah profesionalisme, Kepala Kemenag memberikan amanat khusus terkait penanaman rasa cinta tanah air. Pendidikan di tingkat RA diharapkan menjadi benteng pertama untuk mencegah masuknya ideologi radikal di masa depan.
”Sangat penting untuk menanamkan kecintaan pada tanah air sejak dini. Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang moderat dan tidak terjebak dalam kelompok-kelompok radikal saat mereka dewasa nanti,” pungkasnya.
Kegiatan PKB ini diharapkan membawa dampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di wilayah Tulangan, baik dari sisi administrasi digital maupun kualitas karakter pendidikannya.
