
Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs 4 Sidoarjo sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, tanggal 6 sampai 7 Februari 2026. Kegiatan ini bertempat di Arayana Hotel and Resort, Trawas, Mojokerto, dengan suasana sejuk pegunungan yang mendukung proses pembelajaran dan refleksi para peserta.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan dari 13 madrasah tsanawiyah yang tergabung dalam KKM MTs 4 Sidoarjo. Setiap madrasah mengirimkan enam peserta, terdiri atas lima guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Agama/IPS, serta satu orang kepala madrasah. Dengan demikian, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pendidik dan pimpinan madrasah yang memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan hari pertama, Jumat, 6 Februari 2026, diawali dengan proses check-in peserta pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Setelah seluruh peserta melakukan registrasi dan beristirahat sejenak, acara resmi dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh ibu Aisatul Mufarrohah, S.Pd.I sebagai pemandu acara sekaligus moderator.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKM MTs 4 Sidoarjo, Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antar madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, serta perlunya menguatkan nilai-nilai cinta, empati, dan karakter dalam proses pembelajaran.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, sekaligus membuka secara resmi kegiatan workshop. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan materi pertama tentang Asta Protas Kementerian Agama, yang menjadi arah kebijakan dan pedoman dalam pengembangan pendidikan madrasah. Materi ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai peran strategis madrasah dalam membangun generasi berkarakter, religius, dan berdaya saing.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bapak Ahmad Fathoni, M.H.I, mengenai implementasi moderasi beragama di lingkungan madrasah. Materi ini menekankan pentingnya sikap toleransi, keseimbangan, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan beragama, khususnya dalam dunia pendidikan.
Pada sore hari, peserta mengikuti sesi Ishoma (istirahat, salat, dan makan), kemudian kembali mengikuti materi inti pada malam hari, yakni Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang disampaikan oleh Bapak Moh. Miftah Sirojudin, S.Ag, MM, M.Pd dari Balai Diklat Surabaya. Dalam paparannya, beliau menjelaskan konsep, prinsip, serta praktik penerapan KBC dalam pembelajaran yang menekankan pada nilai kasih sayang, penghargaan terhadap potensi siswa, dan pembelajaran yang humanis.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi lanjutan tentang implementasi deep learning serta integrasi pembelajaran berbasis KBC, yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Pada hari kedua, Sabtu, 7 Februari 2026, kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama pada pagi hari, dengan melewati area pegunungan dan sawah yang terbentang dan sejuk membuat suasana lebih hangat karena dilakukan bersama-sama menuju Wisata sawah yang merupakan tempat sarapan yang menjadi tempat andalan dari Arayanna Hotel. Karena tempat sarapan yang lumayan jauh, maka pihak hotel menjemput peserta dengan naik mobil sutel saat kembali ke hotel. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan menjaga kebugaran peserta sebelum melanjutkan sesi utama.
Selanjutnya, peserta kembali mengikuti materi lanjutan mengenai integrasi deep learning dalam pembelajaran, yang disampaikan oleh pemateri utama. Setelah itu, kegiatan difokuskan pada sesi penyusunan perangkat pembelajaran dan modul ajar berbasis Kurikulum Cinta. Dalam sesi ini, para guru dibimbing secara langsung untuk menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, dengan mengintegrasikan nilai-nilai cinta, moderasi, dan karakter.
Suasana diskusi dan kerja kelompok terlihat sangat aktif. Para peserta saling bertukar ide, pengalaman, serta praktik baik dalam pembelajaran. Pendampingan dari pemateri dan fasilitator membuat proses penyusunan modul berjalan efektif dan terarah. Dengan Narasumber yang profesional dan bisa menghidupkan suasana dengan berbagai macam ice breakingnya menjadikan peserta workshop tidak merasa jenuh ataupun bosen, semua mengikuti dengan antusias dan penuh semangat, bahkan salah satu peserta memberikan kesannya bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya saat ini saja tapi bisa dilaksanakan minimal setiap tahun satu kali untuk mengupraid ilmu-ilmu dari para ahli
Kegiatan workshop ditutup secara resmi pada pukul 11.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, sambutan, dan doa. Sambutan penutup disampaikan oleh Ketua KKM MTs 4 Sidoarjo dan Pengawas KKM MTs 4, yang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat, kedisiplinan, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Sebagai hasil dari workshop ini, seluruh peserta pulang dengan membawa produk nyata berupa modul pembelajaran dari masing-masing mata pelajaran yang diampu. Modul-modul tersebut diharapkan dapat langsung diimplementasikan di madrasah masing-masing sebagai bentuk penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Dan yang menarik terciptanya slogan KKM MTs 4 Sidoarjo “ Kompak, kompak, kompak, bisa”. Dengan harapan KKM MTs 4 akan selalu berbenah lebih baik untuk mewujudkan madrasah yang maju bermutu dan mendunia
Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini menjadi momentum penting bagi KKM MTs 4 Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada karakter, kasih sayang, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan madrasah-madrasah di lingkungan KKM MTs 4 Sidoarjo semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan serta mampu mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berwawasan moderat. (farah_ame)