Sidoarjo – Visitasi School Religious Culture di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo dilaksanakan pada Senin, 9 Desember 2024. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyidi, M.EI, Kasi PAIS Imam Mukhozali, S.Ag., M.M, tim penilai dari Provinsi Jawa Timur, Kepala SMP Sepuluh Nopember, serta dewan guru. Visitasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pembiasaan keagamaan yang diterapkan di sekolah umum ini, yang mengedepankan moderasi beragama di tengah keberagaman.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyidi, M.EI, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini bisa berjalan lancar dan menjadi momentum untuk memantapkan pembiasaan keagamaan di SMP Sepuluh Nopember. “Dengan visitasi ini, kita dapat menilai bagaimana pembiasaan keagamaan diterapkan di SMP Sepuluh Nopember, yang di dalamnya terdapat siswa dengan latar belakang agama yang berbeda. Sekolah ini berhasil memadukan moderasi beragama dan pengenalan keagamaan masing-masing siswa melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan,” ujar Mufi Imron.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sesungguhnya bukan hanya untuk meraih juara atau nilai terbaik, melainkan membentuk karakter siswa yang baik, khususnya dalam aspek keagamaan dan kebiasaan positif seperti shalat berjamaah. “Harapan kami adalah agar kebiasaan-kebiasaan baik ini tidak hanya dilaksanakan saat ada lomba, tetapi terus berlanjut sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa,” tambahnya.

Kepala SMP Sepuluh Nopember Saiful Tulus Jatmika , M.Pd , dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk masuk dalam enam besar kategori nilai tertinggi School Religious Culture. “Sebagai sekolah umum, kami sangat mengutamakan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan. Di antaranya adalah kegiatan shalat berjamaah, murojaah tilawati, istighosah, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kami juga menyediakan masjid sebagai sarana untuk meningkatkan karakter keagamaan siswa kami. Untuk siswa non-Muslim, kami memberikan ruang kegiatan yang sesuai dengan agama mereka,” jelasnya.
Sementara itu, tim penilai dari Provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat kepada SMP Sepuluh Nopember yang berhasil masuk dalam enam besar dan berpeluang besar menuju tiga besar. “Ini menunjukkan keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Agama melalui seksi PAIS dan pengawas di Kabupaten Sidoarjo. Keberhasilan ini patut diapresiasi, namun untuk mencapai tiga besar, penilaian akan semakin intensif. Kita semua berharap untuk terus berupaya dalam membentuk karakter peserta didik yang berahlakul karimah,” ungkap tim penilai.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun SMP Sepuluh Nopember adalah sekolah umum, namun mereka berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui berbagai kegiatan kerohanian yang mendukung pembentukan karakter.