Workshop Kurikulum Cinta: Upaya Penanaman Nilai Moderasi di RA Kecamatan Wonoayu

Click to share!

Sidoarjo, 21 Mei 2025 – Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Athfal (RA) Kecamatan Wonoayu menggelar Workshop Implementasi Kurikulum RA dan Perangkat Pembelajaran bagi para guru RA se-Kecamatan Wonoayu. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025 di RA Al Kafi, Pilang, Wonoayu, dan diikuti oleh 128 peserta yang terdiri dari kepala dan guru RA di wilayah tersebut.

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kusnul Ika Sandra dari BDK Surabaya yang menyampaikan materi tentang Kurikulum Cinta dan Coding, Ahmad Fathoni selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, serta Mufi Imron Rosyadi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Mufi Imron Rosyadi menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini melalui penguatan nilai-nilai cinta. Ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sejak awal dibentuk untuk saling memahami dan menghargai perbedaan, dan pendidikan berperan penting dalam membentuk nilai tersebut.

“Kurikulum cinta merupakan pengembangan dari pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini,” ujar Mufi.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat aspek utama dalam Kurikulum Cinta, yaitu:

  1. Cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah),
  2. Cinta kepada sesama manusia, tanpa membedakan suku, ras, atau agama,
  3. Kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Bil Bi’ah), dan
  4. Cinta kepada tanah air (Hubbul Wathan).

Mufi menambahkan, kurikulum ini tidak hanya bertujuan mencetak anak-anak yang cerdas secara akademis, namun juga membentuk pribadi yang moderat, memiliki karakter kuat, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

“Kunci moderasi beragama harus ditumbuhkan sejak usia anak-anak. Karena itu, kurikulum cinta harus diterapkan dengan pendekatan yang disukai anak-anak agar lebih mudah diterima,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru RA dapat mengimplementasikan Kurikulum RA secara efektif, serta mengembangkan perangkat pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai cinta dan karakter positif sejak usia dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *