Workshop Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Cinta Untuk Madrasah Aliyah Sewilker Surabaya

Workshop Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Cinta MA Negeri Sewilker Surabaya
Click to share!

MAN Sidoarjo – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) wilayah kerja Surabaya menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Cinta. Kegiatan workshop dilaksanakan di MAN 3 Jombang selama dua hari, tanggal 17 sampai 18 juni 2025, diikuti oleh guru berbagai bidang studi. Empat guru MAN Sidoarjo yang mengikuti workshop antara lain Bapak Achmad Yunus Arbiyan, M.Pd., selaku guru bidang MIPA, Bapak Amik Amri Rahmadhi, S.S., M.Pd., selaku guru bidang Bahasa, Ibu Ummi Shoidah, S.Ag., M.Pd., selaku guru bidang keagamaan, dan Ibu Amalia Ekowati, S.Pd., selaku guru bidang sosial.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhajir S.Pd., M.Ag. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri se-wilker Surabaya, meliputi Sidoarjo, Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Jombang, dan Gresik. Dalam sambutannya, Bapak Muhajir menyampaikan bahwa madrasah harus punya komitmen pengembangan kualitas pembelajaran. Hal ini berkaca pada adanya ancaman tumbuh kembang sikap dan perilaku generasi muda yang terkesan sangat tidak-baik-baik saja saat ini. Kita harus membentengi generasi muda, madrasah harus punya target tiap program dan melakukan evaluasi agar progres dan capaian dapat diketahui. Workshop ini sangat relevan dan strategis agar dapat diimplementasikan pada tahun ajaran baru. Harapannya, workshop ini akan dapat menstimulus diseminasi ke madrasah lainnya terutama di wilayah kerja Surabaya. Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo, Drs. Abd. Jalil, M.Pd.I.

Materi workshop disampaikan oleh Pengawas Pendidikan Pondok dan juga guru SMAN 1 Jombang, Bapak Kaseri, S.Pd., M.M., M.Pd. Pembelajaran Deep Learning ini bukan sebuah kurikulum, lebih tepatnya adalah sebuah pendekatan yang penerapannya dilatar belakangi oleh adanya perubahan masa depan yang sulit diprediksi yang jika dirinci terdiri atas: Volatility, Uncertainity, Ambiguity, dan Coplexity (VUCA). Penekanan pendekatan ini mendorong siswa untuk memaahami konsep secara mendalam, menghubungkan ide, dan menerapkan pengetahuan di situasi yang baru.

HUMAS MAN Sidoarjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *