Bakar Semangat Berkarya, Tim Literasi MTsN 4 Sidoarjo Lakukan Pengimbasan di MA Unggulan Tlasih

Click to share!

SIDOARJO – Dalam upaya menghidupkan kembali budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar, Tim Literasi MTsN 4 Sidoarjo melaksanakan kegiatan pengimbasan literasi di MA Unggulan Tlasih, Kecamatan Tulangan

Kehadiran Tim Literasi dari MTsN 4 Sidoarjo ini mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari Kepala MA Unggulan Tlasih, Wiwik Handayani, S.E. Dalam sambutannya, Wiwik menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas inisiatif program pengimbasan ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membakar kembali semangat literasi yang kini dinilai mulai redup di kalangan generasi muda.

“Seluruh siswa perlu mendapatkan ‘nutrisi’ agar semangat literasinya berkobar kembali. Kami berharap dengan kehadiran Tim Literasi dari MTsN 4 Sidoarjo dapat menggugah semangat anak-anak kami untuk tetap giat berkarya,” tandas Wiwik optimis.

Praktik Baik Menulis Pantun

Memasuki sesi inti, Nur Sjamsuarini Pudji Astutik hadir sebagai narasumber utama. Beliau menyambut antusiasme para siswa dengan membagikan praktik baik berupa pelatihan menulis pantun. Sebelum masuk ke materi teknis, perempuan yang akrab disapa Pudji ini memberikan motivasi mendalam mengenai esensi literasi.

“Jika ingin mengenal dunia, maka membacalah kata kuncinya. Sebaliknya, jika ingin dikenal oleh dunia, maka menulislah,” pesan Pudji di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa membaca adalah bentuk dialog dengan penulis, sedangkan menulis adalah cara mengajak pembaca untuk berpikir. Filosofi ini selaras dengan kata-kata bijak sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, yang menyatakan bahwa menulis adalah bagian dari mengembangkan peradaban.

Dalam sesi pelatihan teknis, Pudji mengupas tuntas langkah-langkah dalam menulis pantun majelis. Ia memaparkan bahwa pantun idealnya terdiri atas empat kata per baris, dengan jumlah maksimal 12 suku kata di setiap barisnya. Baris pertama dan kedua berfungsi sebagai sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi dengan rima akhir berpolakan a-b-a-b. Untuk mempermudah pemahaman, Pudji juga memberikan contoh satu bait pantun dan membedah strukturnya baris demi baris.

“Alhamdulillah, seluruh siswa nampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga usai,” terang Pudji usai acara.

Harapan Sinergitas Berkelanjutan

Kegiatan pengimbasan ini ditutup dengan harapan besar agar sinergitas antara MTsN 4 Sidoarjo dan MA Unggulan Tlasih, khususnya di bidang literasi, dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Target jangka panjang dari kolaborasi ini adalah mendampingi para siswa hingga mereka mampu menghasilkan produk literasi nyata, seperti menerbitkan buku karya bersama atau buku antologi. (farah_ame)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *