Sidoarjo — Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Gebyar Sholawat Inklusif dan Berbagi Kebahagiaan bersama Sahabat Disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Pengurus Daerah Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kabupaten Sidoarjo dan diikuti oleh puluhan anggota disabilitas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi arahan Kementerian Agama dalam menjadikan peringatan hari besar Islam (PHBI) sebagai momentum penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang sinergi antara penyuluh agama dengan komunitas disabilitas dan anak yatim.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penghormatan dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas. Ia menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki cara pandang terhadap sesama manusia, khususnya kepada penyandang disabilitas.
Menag menekankan bahwa keberpihakan kepada penyandang disabilitas merupakan bagian dari nilai keagamaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT, karena nilai manusia ditentukan oleh ketakwaan, ketulusan, dan kualitas batin.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Dr. Mufi Imron Rosyadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting dalam menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Penyuluh agama membentuk manusia yang taat beragama sekaligus mampu menyapa saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kita berharap tidak hanya sejahtera secara lahiriah, tetapi juga batinnya dekat dengan Sang Pencipta,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam layanan keagamaan, khususnya di tempat ibadah. Menurutnya, setiap umat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan keagamaan tanpa diskriminasi. “Walaupun memiliki keterbatasan, mereka tetap memiliki semangat yang luar biasa. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menghadirkan layanan keagamaan ramah bagi disabilitas,” tambahnya.
Kegiatan Gebyar Sholawat Inklusif ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Lantunan sholawat yang dibawakan bersama menjadi simbol persaudaraan antara penyuluh agama dan komunitas disabilitas.
Melalui momentum 1 Muharram 1448 H ini, IPARI Sidoarjo berharap dapat memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan inklusif, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan beragama.