In House Training dan Pengukuhan Pengurus KKM MTs 06 Sidoarjo

Click to share!

Sidoarjo – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs 06 Sidoarjo menyelenggarakan serangkaian kegiatan penting yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengukuhan organisasi. Acara yang berlangsung pada hari Jum’at, 26 September 2025, di Royal Hotel & Villa Trawas, Mojokerto, ini menggabungkan In-house training (IHT) mengenai Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran, serta pengukuhan pengurus baru KKM MTs 06 untuk periode 2025-2028.

Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 90 guru sertifikasi dari berbagai madrasah di lingkungan KKM MTs 06 yang mencakup wilayah Kecamatan Waru, Gedangan, dan Sedati. Rangkaian acara dirancang untuk membekali para pendidik dengan wawasan dan keterampilan terkini dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan digital.

Salah satu agenda utama adalah pengukuhan pengurus KKM MTs 06 periode 2025-2028 oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi. Pengukuhan ini didasarkan pada SK Kepala Kankemenag Sidoarjo Nomor 129 Tahun 2025, dengan Drs. H. Amiruddin, M.Pd.I kembali diamanahi sebagai ketua.

Dalam sambutannya, Drs. H. Amiruddin, M.Pd.I, menekankan pentingnya pendalaman dan penerapan perangkat pembelajaran yang relevan. “Pembuatan perangkat pembelajaran bisa kita dalami dan bisa kita implementasikan dalam kegiatan pembelajaran,” ujarnya.

Kepala Kankemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, yang turut memberikan pembinaan, menyampaikan pesan mendalam kepada para guru. Ia mengajak para pendidik untuk menanamkan cinta kepada murid dan beradaptasi dengan era digital yang tak terhindarkan.

“Tanamkan cinta kepada murid. Dunia digital menuntut kita menyesuaikan dengan kebutuhan. AI ini adalah yang tak bisa dihindari,” pesan Mufi Imron Rosyadi.

Ia juga mendorong para guru untuk memanfaatkan teknologi agar dunia pendidikan menjadi lebih menyenangkan dan efektif. “Manfaatkan teknologi agar dunia pendidikan ini semakin menyenangkan. Jadikan [teknologi itu untuk] mengantar anak didik kita,” lanjutnya. Beliau berharap bimbingan teknis ini dapat membawa pengaruh dan perubahan positif dalam metode pembelajaran di madrasah.

Kegiatan IHT di Trawas merupakan bagian dari program yang lebih besar. Para peserta selanjutnya akan mengikuti On the Job Training yang akan dilaksanakan selama bulan Oktober 2025. Pelatihan lanjutan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses belajar-mengajar di madrasah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *