Sidoarjo, 30 September 2025 – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ambruknya musholla berlantai empat di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, pada Senin (29/9) sore, tepat saat waktu Sholat Ashar.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujar Mufi, panggilan akrabnya. Ia menegaskan bahwa jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo segera bertindak untuk memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada pimpinan, pengurus, dan seluruh santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang tengah berduka.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 15.35 WIB ini mengakibatkan puluhan santri terluka dan beberapa di antaranya meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan. Bangunan musholla tersebut diketahui sedang dalam proses renovasi dan pengecoran lantai tiga beberapa jam sebelum ambruk.
Evakuasi Berlanjut, Kemenag Sidoarjo Terus Memantau
Hingga saat ini, proses evakuasi oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih terus dilakukan di lokasi. Seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo turut memantau perkembangan dan upaya pencarian korban yang mungkin masih berada di bawah puing-puing bangunan.
Data terbaru yang berhasil dihimpun hingga sore hari (30/9) menunjukkan bahwa jumlah korban terdampak cukup signifikan. Meskipun data dapat terus berubah, beberapa sumber melaporkan bahwa total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai puluhan orang. Beberapa laporan mencatat tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai kategori, mulai dari ringan hingga parah, dan telah dilarikan ke rumah sakit rujukan terdekat seperti RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kemenag Sidoarjo berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penangan.amin