Mina, 6 Juni 2025 (10 Dzulhijjah) — Hari Jumat menjadi hari penuh perjuangan bagi jamaah haji Indonesia, termasuk jamaah asal Sidoarjo yang tergabung dalam Kloter 57 SUB. Sejak dini hari hingga sore hari waktu Arab Saudi, mereka menjalani rangkaian wajib haji: Mabit di Muzdalifah, menuju Mina, melempar Jumrah Aqabah, hingga melakukan tahallul awal.
Proses ini tidak mudah. Seperti yang sering disebut dalam manasik haji sebagai “Mamuzmin Lon-Kur” (Mabit di Muzdalifah, Mina, Lontar Jumrah, dan Cukur), tahun ini membutuhkan kesabaran dan ketangguhan ekstra. Mayoritas jamaah harus menunggu lama di Muzdalifah karena keterbatasan armada bus Masya’ir yang disediakan pihak syarikah Arab Saudi.
Antrian panjang di pintu keluar Muzdalifah dimulai sejak pukul 00.00 WAS. Banyak jamaah kelelahan akibat menunggu berjam-jam. Hingga usai Subuh, bus tak kunjung datang. Akhirnya, sebagian besar jamaah Indonesia dan Afrika memilih berjalan kaki (long march) sejauh hampir 5 km menuju Mina.Tim Kloter 57 SUB yang terdiri dari H. Sholehuddin, H. Aunillah, dr. Widya, dan Dwi Ambar (tenaga kesehatan) bersama jamaah juga melakukan Long March dan tiba di tenda Mina Syirkah RHL 250 pada pukul 09.30 WAS.
Setelah tiba, jamaah diarahkan untuk makan, istirahat, serta melaksanakan salat jamak qashar Zuhur dan Asar. Pada pukul 16.00 WAS, jamaah kembali bergerak menyusuri terowongan Mina sejauh 12 km (pulang-pergi) untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah yang dilakukan pukul 17.05 WAS. Setelahnya, mereka melakukan cukur rambut sebagai tanda tahallul awal.

Dengan selesainya lempar Jumrah Aqabah dan cukur, jamaah telah menyelesaikan rukun haji (ihram dari miqat, wukuf di Arafah) serta beberapa wajib haji (Mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar Jumrah Aqabah, serta tahallul). Mereka kini telah berada pada status tahallul awal, yang berarti telah diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit dan memakai parfum.
Amalan selanjutnya pasca tahallul awal meliputi: 1. Mabit di Mina untuk melanjutkan lempar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) pada hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). 2. Kembali ke hotel di Makkah, menggunakan bus untuk kemudian melaksanakan thawaf ifadhah di Masjidil Haram. 3. Melakukan sa’i setelah thawaf ifadhah.
Setelah seluruh rangkaian tersebut selesai — termasuk lontar tiga jumrah pada hari tasyrik, Thawaf Ifadah, dan sa’i — maka jamaah dinyatakan telah mencapai Tahallul Tsani dan menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji mereka.
