Makkah – Puncak Wukuf di Arafah tiba pada pukul 12.20 WAS pada Kamis 5 Juni atau 9 Dzulhijjah 1446.
Setelah berkumandang adzan Dhuhur ( bakda zawalisy Syamsi) dimulailah waktu Wukuf di Arafah dimana wukuf merupakan rukun haji yang kedua setelah niat Ihram haji dari miqot.
Alhamdulillah seluruh jamaah haji asal Sidoarjo dapat terberangkatkan menuju tanah Arafah pada Kamis ini. Untuk memulai wukuf maka setelah adzan dhuhur dilaksanakan khutbah Wukuf oleh pembimbing Ibadah haji kloter 57 (H.Moh Sholehuddin), dilanjutkan dengan sholat dhuhur jamak taqdim qoshor dengan Asyar diimami oleh H Aunillah, M.Sc , lalu munajat atau dzikir Arafah dipimpin oleh H Moh Sholehuddin .
Dalam khutbah Wukuf, Sholehuddin menyampaikan ada 4 alasan tanah ini disebut Arafah. Pertama karena ditempat ini malaikat Jibril mengajari manasik haji kepada nabi Ibrahim setelah itu Jilbril bertanya kepada Ibrahim “apakah Kamu Paham” dengan ungkapan ” hal Arafta?”. kata Arafta menjadi Arafah yaitu paham.
Kedua, tempat ini sebagai tempat pertemuan Adam dengan Hawa setelah diturunkan dari surga.
Ketiga, tanah ini menjadi tempat pengakuan dan penyesalan dosa dosa nagk hamba ( ya’tarufuna di dzunibihum). Ketempat, ditempat ini Allah akan memamerkan dan menggelontorkan barokah dan kebajikan kepada hamba.
Wukuf berarti menetap, bersimpuh, berhenti. Di Arafah ini tubuh, fisik, jiwa, disimpuhkan untuk konsentrasi menyesali dosa dosa, muhasabah, mengemis kewelasan Allah SWT baik melalui sholat maupun dzikir.

Khotib juga mengajak para haji yang wukuf untuk mengambil nilai spiritual dari ibadah wukuf yaitu persamaan derajat dan status sosial manusia, menghargai hak asasi manusia, dan menyadari bahwa manusia adalah hamba yang lemah di hadapan Allah SWT.