SIDOARJO – Sebanyak 15 sekolah umum dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kabupaten Sidoarjo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Program Tahfidz Al-Qur’an bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo dan pondok pesantren mitra. Penandatanganan MoU tripartit ini berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025 di Aula Al Ikhlas I, Kantor Kemenag Sidoarjo.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an yang kuat dan berkualitas.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan ladang ibadah dan harus dijalani dengan niat yang tulus.
“MoU ini kita hargai sebagai satu ladang ibadah. Jangan sampai menjadi ajang untuk menambah dosa. Niatkan untuk kebaikan dan keberkahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi dengan pondok pesantren dalam pelaksanaan program, agar tidak hanya fokus pada kuantitas hafalan, tetapi juga menjamin kualitas, kelancaran, dan ketepatan bacaan Al-Qur’an siswa.

15 Sekolah Baru Bergabung, Total 117 Sekolah Sudah MoU
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Sidoarjo, Nanang Kholidin, S.Ag., melaporkan bahwa 15 sekolah baru ikut bergabung dalam program ini. Dengan demikian, jumlah total sekolah yang telah melakukan penandatanganan MoU Tahfidz hingga kini mencapai 117 sekolah.
Adapun daftar 15 sekolah yang baru bergabung meliputi:
- SMA Dharma Wanita 6 Sedati
- SMA Antartika Buduran
- SMAN 1 Krembung
- SMK Tanada Waru
- SDIT Nurul Fikri Sukodono
- SMP Zainuddin Waru
- SMP Muhammadiyah 3 Waru
- SMPN 3 Waru
- SMP Muhammadiyah 4 Porong
- SMP Unggulan Alfa Salam Balongbendo
- SMPN 2 Tulangan
- SMP Islam Al Azhar 54 Sidoarjo
- SMK Pemuda Krian
- SD Plus Fatimah Azzahro Buduran
- SD Muhammadiyah 8 Tulangan

2.132 Siswa Telah Lalui Munaqosah Tahfidz
Nanang juga mengungkapkan bahwa sebanyak 71 sekolah di Sidoarjo telah melaksanakan munaqosah atau evaluasi hafalan tahfidz, dengan rincian:
- 10 sekolah tingkat SD
- 47 sekolah tingkat SMP
- 14 sekolah tingkat SMA/SMK
Total siswa yang telah mengikuti munaqosah hingga saat ini mencapai 2.132 anak dari berbagai jenjang pendidikan.
Sinergi Pendidikan dan Agama untuk Masa Depan Bangsa
Program ini dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren dalam membina akhlak dan spiritualitas generasi muda.
“Kami berharap program ini membawa keberkahan dan menjadi pilar utama dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ujar Nanang Kholidin.
Dengan semakin banyaknya sekolah yang bergabung, Kemenag Sidoarjo optimistis program ini akan terus berkembang dan menjadi model penguatan pendidikan agama yang berkelanjutan di lingkungan sekolah umum.
