MIN 2 Sidoarjo Gelar Bimtek Penyusunan Modul Ajar dan Asesmen dengan Pendekatan Deep Learning

Click to share!

Sidoarjo – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sidoarjo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penyusunan Modul Ajar dan Asesmen Pembelajaran Mendalam, Bermakna, dan Menyenangkan”, Kamis (18/7/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ahmad Fathoni.

Kegiatan dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul Mars Madrasah dan Mars MIN 2 Sidoarjo, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, setelah sambutan dari Kepala Madrasah MIN 2 Sidoarjo, Islahah Wahyuni, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Islahah menekankan pentingnya pendekatan Deep Learning dalam dunia pendidikan saat ini. “Bimtek kali ini dilaksanakan dalam semangat transformasi digital, tetap berbasis Kurikulum Merdeka, namun dengan pendekatan pembelajaran mendalam,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Deep Learning menekankan pada pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan kolaboratif, dengan tujuan membentuk siswa yang berpikir logis, kritis, serta memiliki olah pikir dan olah rasa yang matang.

“Pendekatan ini harus konsisten diimplementasikan, bukan hanya sekadar menerima materi. Kita perlu mengubah mindset agar guru dan siswa bisa tumbuh bersama melalui pemikiran terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya delapan program prioritas Kemenag yang disebut sebagai Asta Protas, antara lain: meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan unggul dan ramah, pemberdayaan pesantren, ekonomi umat, sukses haji, serta digitalisasi tata kelola.

Ia juga menyoroti tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan. “AI bukan untuk menggantikan guru, tapi harus menjadi alat bantu. Guru tetap memiliki peran sentral dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Mufi mengajak guru untuk berinovasi menciptakan smart class, ruang belajar yang mendukung kolaborasi antar mata pelajaran dan integrasi teknologi. “Kami berharap guru menjadi sosok yang dirindukan murid, bukan justru ketidakhadirannya yang ditunggu,” tuturnya.

Bimtek ini akan berlangsung selama empat hari ke depan dan dilaksanakan langsung di kelas. Harapannya, para guru peserta mampu menyusun modul ajar yang tak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjawab tantangan pendidikan abad 21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *