Kemenag Sidoarjo Dorong Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta melalui Penguatan Modul Ajar di KKM MI 18 Sedati

Click to share!

Sidoarjo – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah melalui implementasi Deep Learning dan integrasi Kurikulum berbasis cinta. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Bimtek yang berfokus pada penyusunan modul ajar bagi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI 18 Sedati.

Kegiatan dilaksanakan di MI Khoirul Huda, Sedati, Senin (10/8/2026). Bimtek menghadirkan narasumber Anis Faridah, M.Pd., Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KKM MI 18 Sedati Mukminin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sidoarjo Moh. Solehuddin, serta Pengawas Madrasah Mujiburrohman.

Dalam sambutan dan pesannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., menekankan pentingnya penguatan nilai Panca Cinta (Cinta kepada Allah, Cinta kepada Sesama, Cinta kepada Ilmu, Cinta kepada Alam dan Cinta kepada Tanah Air) dalam proses pembelajaran di madrasah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya disampaikan kepada siswa, tetapi harus diajarkan dan dibiasakan agar benar-benar tertanam dalam diri mereka.

“Panca Cinta agar diajarkan para guru supaya bisa diimplementasikan dan tertanam dalam diri siswa madrasah,” pesannya.

Mufi juga menyampaikan bahwa madrasah di Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak potensi dan inovasi yang patut dikembangkan. Sejumlah madrasah telah menghadirkan berbagai program unggulan, mulai dari pendidikan inklusi, kerja sama kurikulum terintegrasi dengan lembaga pendidikan luar negeri, hingga pengembangan madrasah Adiwiyata.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh madrasah lainnya sehingga seluruh madrasah di Kabupaten Sidoarjo dapat terus meningkatkan kualitas dan memiliki capaian yang semakin baik.

“Banyak madrasah ibtidaiyah di Sidoarjo yang punya inovasi, pendidikan inklusi, kerja sama kurikulum terintegrasi dengan luar negeri, sekolah Adiwiyata, dan lain-lain. Harapannya bisa diikuti oleh semua madrasah di Kabupaten Sidoarjo sehingga mempunyai capaian yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mufi menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah harus terus dijaga. Madrasah memiliki keunggulan karena mampu memberikan pendidikan umum sekaligus penguatan pendidikan agama.

“Madrasah dipercaya karena anak yang sekolah di madrasah itu ilmunya dapat, agamanya juga dapat. Akhirnya orang tua percaya kepada madrasah,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Mufi, madrasah harus memiliki nilai lebih dalam memberikan layanan pendidikan. Salah satunya melalui proses pembelajaran yang menarik dan mampu membuat siswa merasa nyaman, senang, serta antusias mengikuti kegiatan belajar.

“Bagaimana kita menciptakan suasana anak ke sekolah itu happy dan sangat antusias. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” pesannya.

Ia juga mendorong madrasah untuk melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Selain evaluasi terhadap proses pembelajaran, madrasah perlu melakukan evaluasi diri secara internal melalui Evaluasi Diri Madrasah (EDM) sebagai bagian dari upaya mengetahui kekuatan, kelemahan, serta kebutuhan pengembangan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Mufi juga mengingatkan pentingnya menanamkan kesadaran beragama kepada siswa sejak dini. Pendidikan agama, menurutnya, tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.

Ia mencontohkan pepatah “kebersihan sebagian dari iman” yang seharusnya tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kesadaran beragama perlu ditanamkan. Siswa madrasah harus bisa melaksanakan syariat bukan hanya karena terpaksa, tetapi memang karena ada kesadaran dalam dirinya sendiri,” tegasnya.

Melalui Bimtek ini, para guru di lingkungan KKM MI 18 Sedati diharapkan mampu mengembangkan modul ajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kecintaan, kesadaran beragama, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Implementasi Deep Learning berbasis cinta diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, menyenangkan, dan mampu membentuk siswa madrasah yang berilmu, berkarakter, serta memiliki kesadaran dalam mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *