Sidoarjo — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi mengajak para remaja untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di Aula Besar Al Ikhlas 1 Kemenag Sidoarjo, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan BRUS diikuti oleh 120 siswa dari sejumlah madrasah dan sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan empat fasilitator, yakni Nishuriyah, Susi Faizah, Suhartatik, dan Khilmi Nasrullah, yang seluruhnya telah mengikuti Training of Trainers (ToT) BRUS dari Kementerian Agama RI.

Dalam sambutannya, Mufi menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam memilah dan memahami informasi, khususnya di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Ia mengingatkan para peserta agar tidak mudah percaya terhadap sesuatu hanya karena informasi tersebut sedang viral.
“Jangan mudah percaya sesuatu yang viral. Viral belum tentu benar. Biasakan tabayyun,” pesannya.
Menurutnya, remaja perlu memiliki kebiasaan melakukan pengecekan sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi. Sikap kritis tersebut penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, provokasi, maupun konten yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Selain literasi informasi, Mufi juga mengingatkan agar agama tidak dijadikan sebagai alat untuk membenci. Remaja diharapkan belajar agama dari guru dan ustaz yang kompeten serta menghindari konten yang mengajarkan kebencian, penghinaan, maupun kekerasan. “Perkuat moderasi beragama. Tidak ekstrem, adil, dan menghargai perbedaan,” pesannya.

Ia juga mengajak para remaja untuk bijak menghadapi berbagai fenomena sosial yang berkembang di lingkungan mereka, seperti bullying, tawuran, narkoba, perjudian daring, kekerasan, hingga pergaulan bebas yang berisiko. Remaja harus memiliki keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap berbagai ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam penggunaan media sosial, peserta juga diingatkan untuk tidak ikut menghakimi orang lain. Cyberbullying, doxing, mempermalukan seseorang, maupun menyebarkan informasi pribadi orang lain merupakan tindakan yang harus dihindari.
Tak kalah penting, para remaja juga diajak menjaga kesehatan reproduksi dan kehormatan diri. Masa remaja merupakan fase penting untuk mengenali perubahan diri, menjaga batasan dalam pergaulan, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
Mufi berharap kegiatan BRUS tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga membentuk karakter remaja yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di Kabupaten Sidoarjo.
“Jadilah generasi yang peduli terhadap Sidoarjo. Remaja tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga harus membangun kepedulian terhadap lingkungan, toleransi antarumat beragama, gotong royong, dan kehidupan sosial yang harmonis,” ujarnya.
Melalui kegiatan BRUS, Kemenag Sidoarjo berharap para remaja mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di dunia digital.
“Jangan menjadi remaja yang paling cepat menyebarkan informasi; jadilah remaja yang paling bijak memahami informasi.” pungkasnya.
