Sidoarjo – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, menghadiri acara Diklat Kepala Madrasah Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan di MAN Sidoarjo pada Senin, 2 Desember hingga Jumat, 7 Desember 2024 dan dihadiri oleh seluruh kepala Madrasah Aliyah, baik Negeri maupun Swasta, se-Kabupaten Sidoarjo.

Drs. Abdul Jalil, Ketua KKM Madrasah Aliyah Sidoarjo, dalam sambutannya, mengangkat masalah yang sering terjadi terkait penandatanganan ijazah yang tidak memenuhi standar legalitas. Ia kemudian memohon kepada Kepala Kemenag Sidoarjo untuk memberikan materi tentang manajerial dan kepemimpinan kepala madrasah.
Dalam sambutannya, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI, menekankan pentingnya sertifikasi bagi para Kepala Madrasah yang telah berpengalaman namun belum memiliki sertifikat yang sah dari lembaga diklat. “Sertifikat yang ditandatangani oleh lembaga diklat ini sangat penting untuk memastikan keabsahan ijazah dan pertanggungjawaban dalam SPJ. Ini adalah langkah yang baik untuk menghindari masalah di kemudian hari,” ujar Mufi.
Mufi juga menyampaikan bahwa meskipun para peserta sudah memiliki banyak pengalaman sebagai kepala Madrasah, diklat ini memberikan kesempatan untuk memperdalam teori dan praktik. “Jadikanlah materi yang disampaikan dalam diklat ini sebagai bahan untuk sharing dan diskusi. Setiap problem yang dihadapi di lapangan bisa diselesaikan dengan pengetahuan yang tepat,” tambahnya.
Diklat ini diharapkan dapat menjadi forum yang bermanfaat bagi peserta, di mana mereka bisa memperbarui pengetahuan dan kompetensi dalam mengelola madrasah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks, terutama dalam mendukung Indonesia Emas 2045.

Mufi berharap, melalui diklat ini, para kepala madrasah dapat terus berinovasi dan menghasilkan prestasi yang lebih baik, meskipun berada di pelosok. “Saya berharap para peserta diklat ini dapat menjadi kepala madrasah yang difavoritkan karena inovasi yang dimiliki, dan tentunya mampu menciptakan madrasah yang unggul dan siap menghadapi perubahan digital,” tutupnya.
Dengan diadakannya diklat ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah masing-masing, serta memberikan kontribusi dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global.