Sidoarjo – Aura penuh semangat menyelimuti Aula Mini MIN 1 Sidoarjo pada Kamis, 8 Januari 2026. Bukan sekadar pertemuan biasa, madrasah ini resmi memancangkan benderanya sebagai Madrasah Piloting Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Sebuah langkah berani dan humanis yang diprediksi akan mengubah wajah pendidikan dasar di Indonesia!
Workshop hari itu dipandu langsung oleh sang ahli, Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd. Beliau bukan sosok sembarangan, melainkan tokoh kunci dari Tim Pengembang Kurikulum KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Kemenag RI.

Kehadiran Dr. Zamroni membawa energi luar biasa. Di hadapan seluruh tenaga pengajar MIN 1 Sidoarjo, beliau membedah tuntas filosofi di balik “Kurikulum Berbasis Cinta”. Materi yang disampaikan bukan sekadar teori kering di atas kertas, melainkan sebuah pendekatan yang menyentuh hati, memanusiakan siswa, dan mengedepankan kasih sayang sebagai fondasi utama transfer ilmu.
Suasana aula tampak sangat hidup. Tidak ada wajah lelah; yang ada justru antusiasme yang meluap. Seluruh guru mengaku merasa sangat puas dengan materi yang disajikan. Ketertarikan mereka memuncak saat sesi praktik dimulai.
Tidak menunggu waktu lama, ilmu yang didapat langsung diimplementasikan di tempat. Seluruh guru dibimbing secara intensif untuk menyusun Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan modul ini, proses belajar mengajar di MIN 1 Sidoarjo ke depannya tidak hanya menyasar kecerdasan intelektual, tapi juga kematangan emosional dan spiritual siswa. “Ini adalah oase bagi dunia pendidikan kita. Materi dari Dr. Zamroni benar-benar membuka mata kami bahwa mendidik dengan cinta adalah kunci utama keberhasilan karakter siswa,” ujar Erma Diyah Wardiarsi, S.Pd.I salah satu peserta workshop dengan mata berbinar.
Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. Ahmad Zamroni. “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan waktu dan bimbingan langsung dari Dr. Zamroni. Menjadi madrasah piloting adalah amanah besar, dan kami berkomitmen penuh untuk menjalankan Kurikulum Berbasis Cinta ini demi masa depan anak didik kami,” tegas Sri Utami. Langkah MIN 1 Sidoarjo pada 8 Januari ini adalah awal dari sebuah gerakan besar. Dengan kurikulum yang berlandaskan kasih sayang, MIN 1 Sidoarjo siap membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tapi juga rumah tempat karakter mulia tumbuh mekar melalui cinta. (zd)
