Sidoarjo, 24 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Mochammad Fuad Nadjib, Penghulu KUA Prambon, hadir dan menyampaikan tausiyah keagamaan di SMP Negeri 2 Prambon, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (24/8/2026).
Kegiatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi para murid dan keluarga besar SMPN 2 Prambon untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Mochammad Fuad Nadjib menyampaikan salah satu materi yang bersumber dari Al-Haditsuts Tsani, riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar, yang menjelaskan tentang gambaran Nabi akhir zaman dan keutamaan umat Nabi Muhammad SAW.
Ia mengutip keterangan:
قال علمني أبي التوراة إلا سفرا واحدا كان يختمه ويدخله الصندوق، فلما مات أبي فتحته فإذا فيه نبي يخرج آخر الزمان مولده بمكة وهجرته بالمدينة وسلطانه بالشام
Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa Ka’ab Al-Ahbar mendapatkan keterangan dari kitab Taurat mengenai akan datangnya seorang nabi pada akhir zaman. Nabi tersebut dilahirkan di Makkah, kemudian berhijrah ke Madinah, dan pengaruh kekuasaannya meluas hingga wilayah Syam.

Lebih lanjut, hadis tersebut menggambarkan keutamaan Nabi Muhammad SAW sebagai **sebaik-baik nabi**, sekaligus menggambarkan umat beliau sebagai sebaik-baik umat.
Ia juga menjelaskan karakteristik umat Nabi Muhammad SAW sebagaimana disebutkan dalam riwayat tersebut. Mereka senantiasa mengagungkan Allah SWT, menjaga persatuan dan kebersamaan dalam shalat sebagaimana barisan dalam peperangan, serta memiliki hati yang menjadi tempat bagi petunjuk dan nilai-nilai kitab Allah.
قلوبهم مصاحفهم يحمدون الله تعالى على كل شدة ورخاء
Menurutnya, pesan penting yang dapat diambil adalah agar umat Islam senantiasa memuji dan mengingat Allah SWT dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sulit. Keimanan tidak hanya diwujudkan ketika mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga harus tetap terjaga ketika menghadapi ujian dan kesulitan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bagian riwayat yang menggambarkan luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Disebutkan bahwa sebagian umat akan masuk surga tanpa hisab, sebagian datang dengan dosa-dosanya kemudian mendapatkan ampunan, dan sebagian lainnya datang dengan dosa serta kesalahan yang besar.
Dalam gambaran tersebut, para malaikat menemukan amal sebagian manusia penuh dengan dosa, bahkan diibaratkan seperti gunung-gunung. Namun, mereka tetap memiliki kesaksian tauhid:
أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله صلى الله عليه وسلم
Artinya, mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.
Ia menekankan bahwa materi tersebut bukan untuk menjadikan umat Islam merasa aman dari dosa, melainkan menjadi pengingat akan besarnya rahmat Allah SWT sekaligus pentingnya menjaga keimanan dan memperbanyak amal saleh.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, kemudian meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Mochammad Fuad Nadjib kepada para peserta.

Kepada para murid SMPN 2 Prambon, ia juga mengajak agar momentum Maulid Nabi dijadikan kesempatan untuk membangun karakter generasi muda yang beriman, berakhlak, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMPN 2 Prambon berlangsung sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semakin tumbuh dan tercermin dalam perilaku para murid dalam kehidupan sehari-hari.