SIDOARJO — Suasana khidmah dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti halaman MTsN 4 Sidoarjo pada Senin pagi (3/8/2026). Seluruh civitas akademika, mulai dari kepala madrasah, jajaran guru, staf karyawan, hingga ratusan siswa-siswi berkumpul mengikuti upacara bendera mingguan yang diselenggarakan secara istimewa dan dirangkai dengan berbagai agenda strategis madrasah.
Pada pelaksanaan upacara kali ini, petugas upacara dipercayakan kepada kolaborasi solid antara tim Pramuka dan tim Paduan Suara MTsN 4 Sidoarjo. Petugas Pramuka bertugas dengan cermat dan disiplin tinggi dalam pengibaran bendera Sang Merah Putih, sementara tim Paduan Suara mengiringi setiap prosesi dengan alunan lagu-lagu nasional.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tulanganyang diwakilkan kepada Aiptu Paula Hendrik. Dalam amanatnya, Aiptu Paula Hendrik memberikan arahan tegas mengenai keselamatan berlalu lintas dan pembentukan karakter generasi muda.
Beliau menekankan beberapa poin penting terkait larangan berkendara bagi siswa-siswi:
- Larangan Mengendarai Kendaraan Bermotor: Siswa-siswi yang berusia di bawah 18 tahun dilarang keras membawa atau mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki kualifikasi hukum (SIM) dan kedewasaan berkendara.
- Tanggung Jawab Orang Tua: Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, maka tanggung jawab hukum dan moral sepenuhnya berada di tangan orang tua.
- Himbauan Antar-Jemput: Kapolsek mengimbau kepada seluruh orang tua siswa agar bertanggung jawab penuh untuk mengantar dan menjemput putra-putrinya ke madrasah demi menjaga keselamatan jiwa anak-anak mereka.

Setelah penutupan prosesi upacara bendera, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara pihak MTsN 4 Sidoarjo dan Kepolisian Sektor (Polsek) Tulangan. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Islakhah Wahyuni, M.Pd.I., bersama Kapolsek Tulangan
Kerja sama ini berfokus pada sinergi pelaksanaan Program Adiwiyata, pembinaan karakter disiplin, edukasi keamanan dan keselamatan berlalu lintas (kamtibmas), pencegahan perusakan lingkungan, serta kampanye kebersihan dan pelestarian lingkungan hidup.


Menegaskan komitmen madrasah menuju program Adiwiyata Mandiri, usai penandatanganan MoU, Pokja Sampah bersama Kader Adiwiyata MTsN 4 Sidoarjo menggelar kampanye edukasi pemilahan sampah.
Kampanye tersebut disampaikan secara langsung oleh representatif Kader Adiwiyata, Siti Assyifa Althofun Nisa’. Dalam peragaannya, Siti Assyifa mendemonstrasikan secara langsung tata cara memilah dan menempatkan sampah sesuai jenisnya:
- Tempat Sampah Hijau: Khusus untuk jenis sampah Organik (seperti sisa makanan, dedaunan, dan bahan terurai).
- Tempat Sampah Biru: Khusus untuk jenis sampah Non-Organik / Anorganik (seperti plastik, botol bekas, dan kemasan).
Puncak dari rangkaian kegiatan hari ini adalah aksi kepedulian lingkungan melalui pembagian stiker edukasi pentingnya pemilahan sampah.

Para Kader Adiwiyata bersama Tim Pokja Sampah, didampingi langsung oleh Kapolsek Tulangan beserta jajaran, Kepala MTsN 4 Sidoarjo (Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd.I.), dan Ibu Kepala Tata Usaha (KTU), turun langsung membagikan stiker kepada para pengguna jalan di sepanjang jalan raya depan kompleks madrasah. Aksi aksi pembagian stiker ini merupakan langkah nyata untuk menyebarluaskan kesadaran lingkungan kepada masyarakat sekaligus menjadi program pendukung suksesnya pencapaian predikat Adiwiyata Mandiri bagi MTsN 4 Sidoarjo. (farah_ame)