
Bergerak dinamis mengikuti laju zaman, MIN 1 Sidoarjo tancap gas melakukan penyempurnaan ruang kemudi pendidikannya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Review Kurikulum Satuan Pendidikan yang digelar di aula madrasah pada kamis 1 Juli 2026. Tidak tanggung-tanggung, forum krusial ini mempertemukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK), jajaran pendidik, Komite Madrasah, serta pakar kurikulum nasional, Dr. H. M. Musfiqon, M.Pd.
Bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, pertemuan kali ini menjadi momentum penting bagi MIN 1 Sidoarjo untuk membedah total tiga agenda besar: penyempurnaan struktur kurikulum, redefinisi visi dan misi madrasah, hingga strategi mutakhir menginsersikan Kreatifitas, Budaya, dan Karakter (KBC) ke dalam jantung Kurikulum Merdeka.
Kegiatan diawali dengan pemaparan draf kurikulum oleh Tim Pengembang Kurikulum MIN 1 Sidoarjo. Review kurikulum tahun ini difokuskan pada penguatan implementasi kurikulum secara holistik, evaluasi ketercapaian target belajar, serta sinkronisasi program madrasah dengan kebutuhan masyarakat dan regulasi terbaru.
Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah perubahan visi dan misi MIN 1 Sidoarjo. Sadar bahwa tantangan yang dihadapi generasi masa depan semakin kompleks, madrasah merumuskan kembali arah perjuangannya. Redefinisi visi-misi ini dirancang agar lebih membumi, berfokus pada keseimbangan prestasi akademis, kematangan digital, serta penguatan karakter berwawasan lingkungan. Keterlibatan aktif Komite Madrasah dalam sesi ini memastikan bahwa komitmen baru yang dibangun madrasah selaras dengan harapan dan denyut nadi orang tua wali murid.

Diskusi semakin hangat saat beralih ke sesi bedah dokumen bersama narasumber. Dr. H. M. Musfiqon, M.Pd. mengupas tuntas strategi menganyam pilar KBC ke dalam struktur Kurikulum Merdeka, sekaligus memberikan rekomendasi perluasan jejaring madrasah.
Beberapa poin strategis yang wajib diintegrasikan ke dalam kurikulum baru MIN 1 Sidoarjo meliputi:
- Kreatifitas (Creativity): Guru didorong merancang stimulasi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui model Discovery Learning atau Project-Based Learning (PjBL) agar siswa terbiasa melahirkan ide-ide inovatif.
- Budaya (Culture) & Lingkungan: Mengintegrasikan kearifan lokal serta komitmen pelestarian lingkungan—seperti pembiasaan pilah sampah dan pelestarian ekosistem—ke dalam proyek-proyek pembelajaran.
- Karakter (Character): Menjadikan Pembelajaran Sosial Emosional (SEL) sebagai menu harian wajib di kelas untuk mengasah empati, ketahanan mental, dan adab islami anak.
- Sinergi Strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI): Membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor industri dan wirausaha lokal. Langkah ini direkomendasikan untuk memperkaya pengalaman belajar kontekstual siswa, baik melalui program outing class, maupun dukungan program berbasis lingkungan dan kewirausahaan sejak dini.
Kehadiran Komite Madrasah menjadi bukti nyata adanya checks and balances serta dukungan penuh dari ekosistem di luar sekolah. Kolaborasi ini melahirkan keyakinan bersama bahwa draf kurikulum yang sedang difinalisasi ini akan benar-benar berdampak langsung pada kualitas harian di ruang kelas.
Pasca-kegiatan ini, Tim Pengembang Kurikulum MIN 1 Sidoarjo langsung bergerak cepat melakukan penyelarasan akhir pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar. Dengan visi yang baru, struktur yang lebih kokoh, dan bekal instrumen KBC serta kemitraan DUDI yang matang, MIN 1 Sidoarjo siap melangkah mantap menyambut tahun ajaran baru yang lebih berdampak dan bermakna. (lw)