
Jumat, 23 Januari 2026, menjadi momentum krusial lahirnya sebuah manifestasi kepedulian lingkungan yang diinisiasi dari MIN 1 Sidoarjo. Madrasah ini secara progresif mengambil peran sebagai episentrum gerakan ekologis melalui agenda bertajuk Sosialisasi dan Praktik Konservasi Air, Konstruksi Lubang Biopori, serta Akselerasi Penghijauan. Perhelatan ini bukan sekadar rutinitas pedagogis, melainkan sebuah aksi strategis yang mensinergikan kecerdasan intelektual dengan tanggung jawab moral terhadap alam.

Bekerja sama dengan Yayasan Menabung Air (Maesa Foundation) dan mendapat atensi penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, madrasah ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui Tari Banjarsari serta kecakapan futuristik lewat tim robotik sebagai pembuka rangkaian restorasi bumi. Langkah nyata ini tidak hanya memposisikan MIN 1 Sidoarjo sebagai lembaga pendidikan yang unggul secara akademis, tetapi juga sebagai pionir dalam memitigasi problematika hidrologis di wilayah Sidoarjo, sebuah kontribusi substansial yang menginspirasi arah baru bagi tata kelola lingkungan berbasis madrasah.
Kegiatan prestisius ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya: Mustofi Al Mahalli, selaku Kabag Kesra Kabupaten Sidoarjo (mewakili Wakil Bupati Sidoarjo). Widia Helita, selaku Sekcam setempat. Zahidah Ulfa, selaku pengawas madrasah Kecamatan Buduran serta perwakilan Kepala Desa setempat yang turut memberikan dukungan penuh.
Dalam sambutannya yang menggetarkan, Mustofi Al Mahalli memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menegaskan bahwa MIN 1 Sidoarjo telah berhasil menjadi pionir bagi lingkungan sekitar. “Ini adalah langkah nyata membantu pemerintah menanggulangi banjir. MIN 1 Sidoarjo bukan sekadar madrasah, tapi benteng pertahanan lingkungan dengan ribuan lubang biopori!” tegasnya.

Bekerja sama dengan Menabung Air Maesa Foundation, kegiatan ini menghadirkan narasumber kondang, Andi Widodo. Beliau tidak hanya memberikan teori di dalam aula (indoor), tetapi terjun langsung memimpin praktik lapangan pembuatan biopori secara profesional.

Suasana semakin pecah saat para siswa keluar kelas. Dengan wajah berbinar-binar dan penuh antusias, siswa-siswi MIN 1 Sidoarjo memegang alat biopori, belajar bagaimana cara memberikan “napas” bagi tanah. Bapak Mustofi pun tampak turun tangan langsung, mendampingi para siswa dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, menciptakan momen kedekatan yang luar biasa antara pejabat dan generasi penerus bangsa.
Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, dalam sambutannya yang penuh haru, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang terlibat. “Hari ini kita tidak hanya menanam pipa, kita sedang menanam masa depan. Terima kasih kepada Menabung Air Foundation dan jajaran pemerintah yang telah mendukung aksi menyelamatkan bumi ini,” ungkap beliau dengan penuh semangat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini adalah kunci. MIN 1 Sidoarjo telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi juga tempat lahirnya para pahlawan lingkungan masa depan. (zd)