Wapres Ma’ruf Amin Buka STQH Nasional XXVII di Provinsi Jambi

Click to share!

Sidoarjo (Humas) – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqoh Al Hadist (STQH) XXVII Tingkat Nasional Tahun 2023 digelar di Kota Jambi pada 27 Oktober hingga 5 November 2023. Pembukaan dilaksanakan pada Senin malam (30/10) di Arena Utama H. Abdurrahman Sayoeti Kota Jambi dan dibuka secara langsung oleh Wapres RI KH. Ma’ruf Amin ditandai dengan pemukulan bedug. Kepala Kankemenag Sidoarjo, Ketua DWP dan Kasi Bimas Islam turut hadir dalam event nasional ini.

STQHN tahun ini mengusung tema “Dengan STQH Nasional, Kita Siapkan Generasi Berkarakter Qur’ani dalam Mewujudkan Indonesia Hebat”, diharapkan dapat menjadi ajang lahirnya metode dan gagasan baru dalam penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis. “Kita harus berpikir kreatif, menggabungkan teknologi dan pendekatan pedagogis modern untuk memastikan bahwa pemahaman Al-Qur’an dan Hadis dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.” ujar Menag Yaqut yang turut hadir memberikan sambutan.

Menag juga mengapresiasi peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan Hadits di masyarakat. Gus Men, begitu ia biasa disapa, mendorong LPTQ dan pihak terkait untuk merancang peta jalan dalam memperkuat literasi Al-Qur’an dan Hadits.

“Melalui penguatan literasi Al-Quran dan hadits, kita tengah berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Menyampaikan spirit Al-Qur’an dan hadirs adalah bagian penting menjaga karakter keberagamaan yang moderat dan maju,” terang Gus Men.

Sementara itu Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyingung literasi Al Qur’an di kalangan masyarakat Indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 66 persen. “Meskipun indeks literasi Al Qur’an masyarakat mencapai 66 persen, saya meminta agar kita terus meningkatkannya. Saya yakin bahwa generasi yang menghafal Al Qur’an harus diberdayakan. Ujar Wapres.

Beliau berpesan kepada generasi muda untuk tetap dekat dan terhubung dengan Al Qur’an dan Hadits di tengah kemajuan teknologi informasi. “Saya minta generasi muda untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an. Teknologi jangan sampai membuat kita lupa membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *